Kamis, 03 Juli 2025

 

Menata Harapan dari Lahan Tidur: Perjalanan Membangun Kebun Terintegrasi

Assalamualaikum 

Mengingat kembali hampir setahun yang lalu kami saat mulai menghidupkan dan membangun mimpi kami, saya ingin berbagi sedikit perjalanan dan harapan kami sebagai keluarga  yang sedang belajar menciptakan ketahanan pangan mandiri dari rumah sendiri. Semua ini kami mulai dari sebidang lahan seluas kurang lebih 750m2  di dekat rumah, yang sebelumnya hanyalah lahan tidur, tidak produktif, dan sering tergenang air.

Awalnya Hanya Kolam Terbengkalai dan Tanah Tergenang

Lahan ini dulunya berisi beberapa kolam ikan, namun sudah lama tidak digunakan. Airnya kotor, ditumbuhi rumput liar, bahkan menjadi sarang nyamuk saat musim hujan. Tanahnya pun mudah becek dan tidak bisa langsung ditanami. Tapi di sinilah justru titik awal itu kami temukan—dari keterbatasan, kami mulai menata mimpi kecil.

Langkah Pertama: Pengurukan dan Kandang Domba

Kami memutuskan untuk melakukan pengurukan pada sebagian area lahan. Tujuannya sederhana: agar bisa dibangun dan ditata lebih baik. Setelah lahan cukup stabil, kandang kambing/domba menjadi pembangunan pertama kami. Kami memilih memulai dari sini karena selain mudah dikembangkan, kotoran domba juga bisa langsung dimanfaatkan sebagai pupuk kandang organik untuk tanaman.

Membangun Sistem Terpadu di Lahan Sederhana

Impian kami bukan hanya memiliki satu jenis usaha ternak atau pertanian, tapi sebuah kebun terintegrasi yang saling mendukung dan berkelanjutan. Konsepnya adalah memanfaatkan ruang sekecil apa pun dengan sistem yang efisien dan produktif.

Berikut bagian-bagian dari kebun yang sedang kami bangun:

  • 🐐
    Peternakan Domba — penghasil daging dan pupuk alami.

  • 🐔 Kandang Ayam — sumber telur harian dan pengendali hama.

  • 🌱 Kebun Sayur — kami tanam sayuran untuk konsumsi sendiri: kangkung, cabai, tomat, dan lainnya.

  • 🐟 Kolam Ikan — kami revitalisasi kolam yang ada untuk budidaya lele atau nila sebagai sumber protein tambahan.

Semuanya kami susun agar berjalan dalam satu ekosistem. Kotoran ternak jadi pupuk, limbah sayuran jadi pakan, dan air kolam bisa dialirkan sebagai penyiram alami kebun.

Tujuan Besar: Pangan Mandiri dan Penghasilan Tambahan

Kami menyadari bahwa hidup hari ini penuh ketidakpastian, apalagi soal harga bahan pokok. Oleh karena itu, tujuan utama dari kebun ini adalah ketahanan pangan—agar kebutuhan dasar seperti sayur, telur, daging, dan ikan bisa kami hasilkan sendiri. Selain itu, kami berharap dari sini juga bisa tumbuh peluang usaha dan penghasilan tambahan yang kelak menopang ekonomi keluarga.

Bukan Sekadar Kebun, Tapi Ladang Doa dan Harapan

Bagi kami, kebun ini bukan hanya tentang hasil panen atau ternak. Tapi ini adalah ladang harapan, tempat kami menanam doa, semangat, dan kerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kami yakin, dari lahan kecil dan usaha sederhana, Allah bisa tumbuhkan keberkahan yang besar, insyaAllah.

Kami menuliskan ini sebagai bentuk dokumentasi perjalanan, dan mungkin—jika Allah izinkan—sebagai inspirasi bagi siapa pun yang punya niat sama: menghidupkan tanah, menumbuhkan kebaikan, dan menjemput rezeki dari bumi yang kita pijak.

Terima kasih sudah membaca,
Wassalamualaikum

Kamis, 26 April 2018

Waduh, Bolot gara gara kerja...?


Faktor Bahaya Kebisingan.



Jangan sampai masalah kebisingan ini merambat ke masalah keluarga.  Karena kadang kala orang yang mengalami gangguan pendengaran tidak menyadari bahwa dia sedang mengalami gangguan pendengaran.


Saya pernah diceritakan sama seseorang, ada seorang pekerja yang di area dengan tingkat bising yang cukup tinggi, namun tidak menggunakan apd baik itu ear plug atau ear muff.  Dan dia selalu mengatakan, “Gue udah 10 tahun kerja gak jadi masalah tuh” sambil teriak mengatakan itu kepada safety officer saat ditegur.

Usut punya usut, ternyata di rumah bermasalah.  Katanya sedang tidak akur dengan mertua.  Rupanya saat mertua datang kerumah marah karena mendengar bisik-bisik sang pekerja dengan istrinya sedang membicarakan ibu mertua.

Bagi sang pekerja bisik-bisik, tetapi bagi sang mertua itu ya  bicara biasa. hadeeeuh...

ternyata tanpa disadari  rupanya sang pekerja sudah  mengalami gangguan pendengaran (penurunan kemampuan mendengarnya).  Ya, secara sederhana hal tersebut bisa membuktikan dan untuk mengetahui gangguan pendengaran adalah seperti itu. Hehehe…


Makanya...., kalau di ingatkan itu ya mbok dipatuhi.  Aturan dipatuhi, teman-teman safety ini niatnya baik loh.

🌷Nah, jadi ayo kita identifikasi area-area disekitar kita yang memiliki bahaya kebisingan tadi
🌷Lakukan pengendalian risiko sesuai dengan urutan HIRARKI eliminasi bahaya (Di eleminasi bisa tidak itu bisingnya,  atau alatnya diganti dengan yang tidak bising ada tidak, atau di modifikasi misalnya di kasih peredam suara)
🌷Kalau masih belum bisa  dihitung dan lakukan pengorganisasian misalnya atur waktu (durasi) jika akan bekerja diarea tersebut.  Buat aturannya.
🌷Gunakan APD misalnya ear plug / ear muff sampai tingkat kebisingannya bisa diterima.

Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Zero Accident.

Kamis, 19 April 2018

NEAR MISS

NEAR MISS

Near Miss atau Hampir Celaka merupakan istilah untuk suatu kejadian yang nyaris terjadi kecelakaan, namun tidak menimbulkan kerugian atau cidera atau bahkan kematian.  Contoh skenarionya seperti seorang karyawan yang asyik bermain hp sambil berjalan nyaris tertabrak oleh forklift yang sedang mundur karena operator forklift tidak melihat kaca spion saat akan mundur. Untuk menghindari tabrakan tersebut, operator forklift langsung menginjak rem dengan kuat.

            “Untung saja gak ketabrak” (sambil ngelus dada).

Nah, itu salah satu contoh pembahasan yang akan kita bahas pada safety talks kali ini.

Umumnya hampir celaka sering dikesampingkan oleh sebagian orang.  Padahal hampir celaka bisa kita dikatakan sebagai pengingat kemungkinan terjadinya kecelakaan.  Near miss mengingatkan kita bahwa ada banyak bahaya di sekitar kita dan kita harus tetap waspada dan berhati-hati dalam bekerja.

Karena dianggap bukan suatu hal yang penting, kadang kala near miss tidak dilaporkan.  Padahal dengan adanya laporan hampir celaka kita bisa mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja.

Contoh hampir celaka yang sering kita jumpai adalah
- Hampir terkena jatuhan obeng atau benda lainnya dari atas.
- Hampir terjatuh karena menginjak lantai yang licin.
- Hampir tersengat aliran listrik akibat ada kabel yang terbuka.
- Hampir tertabrak forklift atau kendaraan lainnya
- Hampir terjatuh dari tangga.
- Hampir terjatuh saat mengendarai motor.
- Dan contoh lainnya.


Jika anda tahu tentang piramida kecelakaan, bahwa kadang kala suatu kecelakaan diawali dengan near miss. Dalam setiap 600 hampir celaka akan ada 30 kasus kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada peralatan, mesin atau material, dan diantara itu kemungkinan ada 10 kasus kecelakaan yang berakibat pada cidera ringan dan diantara itu juga ada kemungkinan 1 kasus kecelakaan cidera serius atau bahkan kematian.

Artinya, kita tidak dapat menyepelakan near miss karena kita tidak pernah tahu diantara hampir celaka yang mana bisa menyebabkan kita atau orang lain celaka.

Sepertinya yang namanya kecelakaan tidak juga menunggu sampai 599 near miss dulu kemudian near miss yang ke 600 jadi celaka.  Untuk itu, kita harus tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi serta perilaku dalam beraktivitas.

Utamakan Keselamatan & Kesehatan Kerja

Ergonomi... antara selamat dan ribet

Safety itu Ribet dan gak Enak?

Ergonomi

Sering muncul anggapan pada karyawan kalau “Safety itu ribet dan gak enak.”  Misalnya, jika ingin mengangkat barang maka sebaiknya jangan membungkuk dan harus mulai duduk dulu dst.

Perlu diakui beberapa hal dalam penerapan keselamatan kerja memang masih tidak enak atau ribet.  Tetapi tentunya petugas K3 sudah berusaha mencari yang terbaik agar hal tersebut tidak ribet dan nyaman digunakan.  Namun, cobalah berpikir dengan bagaimana ketika anda celaka.  Apakah itu enak?

Atau ada juga yang bilang, “Seperti ini lebih enak kok” (Contoh angkat barang yang berat), tetapi rupanya yang enak pun belum tentu safety.

Mungkin sebagian besar mengatakan mengangkat barang yang enak adalah dengan membungkuk.  Padahal dengan posisi membungkuk, anda akan berisiko mengalami cedera punggung. Ya, hal ini sebenarnya karena kesalahan dalam teknik mengangkat suatu benda dan juga penggunaan yang berlebihan.   Jika memang beban yang cukup berat, maka cobalah untuk menggunakan alat bantu misalnya trolly, atau forklift.  Tidak usah sok kuat mengangkat beban yang berat sendirian.  Hal ini sepele tapi sering kali diabaikan.

Untuk itu beberapa hal yang perlu anda perhatikan adalah
🐥 Pikirkan sebelum mengangkat. Apakah memerlukan alat bantu atau tidak?
🐥 Perkirakan berat beban yang akan anda angkat.  Pastikan sesuai dengan kemampuan anda.  Jika terlalu berat minta bantuan rekan kerja.
🐥 Perkirakan jarak yang akan anda tempuh.
🐥 Perhatikan kondisi lingkungan kerja misalnya akan melewati tangga, permukaan licin dsb.
🐥 Perhatikan benda yang akan dibawa.  Misalnya apakah ada tonjolan tajam.
🐥 Gunakan lutut sebagai tumpuan & pastikan punggung tetap lurus



Kemudian anda berpikir lagi, mau angkat barang saja pakai mikir, pakai ini itu dst.  Tuh kan “safety ribet”.  Silahkan jika anda beranggapan seperti itu, tapi coba anda berpikir kembali ketika anda mengalami cedera penggung kemudian tidak bisa lagi mengangkat beban berat.

Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Zero Accident.  Yosh….
(JP)

Senin, 22 Mei 2017

Motor Speed Controller

Banyaknya penggunaan motor listrik pada fasilitas produksi suatu pabrik berfungsi sebagai sumber penggerak baik itu bahan cair, gas maupun padatan, untuk mengatur semua komonen komponen tersebut agar flow rate bahan bahan produksi saling berkesesuaian satu dan yang lainnya maka diperlukan inverter sebagai alat untuk mengatur besaran arus yang masuk kepada motor listrik sehingga dapat mengatur kecepatan motor listrik,

  Menata Harapan dari Lahan Tidur: Perjalanan Membangun Kebun Terintegrasi Assalamualaikum  Mengingat kembali hampir setahun yang lalu kami...